Mencicipi Sate landak di Lereng Gunung Lawu

Mencicipi Sate landak di Lereng Gunung Lawu

Setelah 3 hari melakukan pendakian merasakan dinginnya gunung Lawu, badan terasa capek. Waktu itu jam menunjukan pukukul 18.00 wib, tapi kami tidak langsung melanjutkan perjalanan ke Jogja. bebrapa warung sate landak berjejer di tepi jalan dekat pos pendakian cukup membuat kami penasaran. Memang di lereng gunung Lawu tepatnya di sekitar basecamp jalur cemoro sewu kandang ini terkenal dengan sate kelinci juga sate landaknya.

Image

Membayangkan duri landak yang begitu runcing membuat penasaran seperti apa rasa dari daging landak ini? Dibalik tampilannya yang seram, ternyata hampir semua bagian tubuh landak memiliki khasiat. Hatinya jika dibakar bisa menyembuhkan penyakit asma dan juga diabetes. nah bagi pria-pria "loyo" daging dan ekor landak bisa meningkatkan vitalitas. Menariknya lagi daging landak ini tidak berkolesterol, disamping itu daging landak mempunyai gen yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Bahkan durinya pun memiliki khasiat, duri landak yang dibakar dan ditumbuk halus dapat menyembuhkan sakit gigi dengan cara mengoleskannya di bagian yang sakit.

Image

Setelah menunggu lama, akhirnya sate landak yang ditungu-tunggu pun datang juga. Penyajiannya sama dengan sate kambing pada umumnya yaitu nasi putih + 10 tusuk sate landak + irisan lombok yang dicampur dengan irisan bawang merah dan kecap. Tak mau berlama-lama begitu sate landak mendarat dimeja kami semua langsung menyantap nya dengan lahap. Entah karena memang sedang kelaparan atau memang rasanya yang enak, namun yang jelas sate landak di lereng gunung lawu ini terasa begitu istimewa. Satu porsi sate landak dihargai dengan Rp.15.000,-.

Menikmati sate landak dilereng gunung lawu ini terasa istimewa setelah 3 hari melakukan pendakian. Badan yang capek kembali segar setelah memakan satu porsi sate landak. Hmm gak percaya? coba deh anda rasakan sendiri sate landak di lereng gunung lawu ini.

Post a Comment

[ADS] Bottom Ads