Kelelawar: Mamalia Bersayap yang Mengagumkan

Kelelawar: Mamalia Bersayap yang Mengagumkan


Sobat Petualang! pasti tahu dengan film kartun Batman? Film Batman terinspirasi dari jenis mamalia bersayap yang satu ini. Banyak fakta menarik tentang kelawar di rubrik Fauna kali ini loh! Simak yuk.

Sistem Ekolokasi

Kelelawar termasuk hewan jenis Chiroptera, yang berarti "sayap di tangan”. Karena termasuk hewan nocturnal atau hewan yang hidup di malam hari, kelelawar sering identik dengan hal aneh dan menyeramkan. Walau begitu, kelelawar merupakan salah satu mamalia yang luar biasa loh!

Saat terbang, kelelawar menggunakan sistem ekolokasi, yaitu sistem yang mendeteksi gema untuk menunjuk arah, posisi benda, dan juga jarak. Secara fisik, satu-satunya mamalia bersayap di dunia ini memiliki tubuh pendek berbulu. Semasa hidupnya, kelelawar mengalami dua kali pertumbuhan gigi, yaitu gigi susu dan gigi akhir.

Perbedaan yang signifikan antara betina dan jantan terdapat pada kelenjar susu yang hanya dimiliki oleh kelelawar betina. Kelenjar susu ini dipakai sang betina untuk menyusui bayinya. Kelelawar memiliki lengan yang kuat untuk menopang sayapnya yang besar dan lebar. Di sayapnya, terdapat lima jari yang bertulang panjang serta dilengkapi cakar yang kuat.

Cakar kuat ini digunakan untuk bergantung terbalik di pohon atau langit-langit gua, karena kaki mereka tidak berkembang secara sempurna. Kelelawar tidak terbang sebaik burung, karena struktur sayap yang sangat berbeda.

Sayap kelelawar terdiri dari lapisan kulit tipis (patagium) ganda, yang terdiri dari banyak pembuluh darah, serabut jaringan ikat, dan saraf. Selaput tipis ini terentang di kedua sisi tubuhnya dan diperkuat oleh jari-jari yang menyerupai rangka payung. Walau bersayap tipis, kelelawar mahir melakukan manuver dengan cepat dan mudah saat menemukan mangsa. Namun, saat tidak terbang, kelelawar lebih suka menghangatkan diri dengan bergantung terbalik, dan melilit tubuhnya menggunakan sayap besarnya itu. Seperti selimut ya, Sahabat Bravo!

Makanan Kelelawar

Pada dasarnya, kelelawar adalah pemakan serangga (insektivora). Mereka menangkap serangga seperti laba-laba dan hewan kecil tidak bertulang belakang, ketika terbang di atas tumbuhan atau permukaan tanah. Mereka adalah penerbang yang mahir yang dapat berputar mendadak di udara, dan meluncur ke bawah dengan tiba-tiba. Saat menangkap serangga, kelelawar menangkap dengan mulut atau menjaring dengan membran ekornya. Seperti mamalia pada umumnya, jenis kelelawar dapat dibagi menjadi dua, yaitu herbivora dan karnivora.

Kelelawar karnivora berburu mamalia kecil, burung, kadal, ikan ataupun katak. Kelelawar herbivora biasanya memakan buah-buahan, dengan cara yang unik. Mereka memegang dengan cakar dan ditekankan ke dada, lalu mengisap airnya. Ada juga loh kelelawar herbivora yang menyukai makanan manis, seperti nektar dan serbuk sari. Kelelawar jenis ini mempunyai moncong yang dapat dipanjangkan, serta lidah panjang berbulu. Kelelawar spesies ini mengandalkan indera penciuman dan penglihatan yang luar biasa, karena berburu di malam hari.

Kelelawar Vampir?

Vampir selalu mengingatkan kita tentang cerita dan legenda yang menyeramkan, sehubungan dengan makanannya yang aneh. Nah, ada juga loh spesies kelelawar vampir atau yang disebut dengan kelelawar jenis sanguivora. Tenang saja, jenis ini hanya hidup di daerah tropis di benua Amerika. Makanan favorit kelelawar jenis yang satu ini adalah hewan mamalia, terutama hewan ternak. Mereka berburu pada malam hari, terbang rendah, dan melayang di atas permukaan tanah. Jika telah menemukan korbannya, mereka mendarat dan mendekat diam-diam, bahkan kadang-kadang memanjat tubuh mangsanya untuk mencari bagian tubuh yang tidak terlalu berbulu (telinga, moncong, atau kaki). Setelah itu, mereka memasukkan dua gigi serinya yang besar dan tajam seperti silet, dan membuat sebuah luka kecil dan menjilatinya. Rata-rata, mangsa yang digigitnya tidak terbangun, karena gigitan itu hampir tidak terasa. Yang membahayakan adalah, air liur kelelawar sangiuvora yang mengandung bahan anti beku (antikoagulan), sehingga darah terus mengalir dari luka tersebut. Hiii, seram juga ya?

Fakta Menarik Kelelawar:

-          Antikoagulan kelelawar yang berbahaya bagi hewan ternak, ternyata bisa mengobati pasien sakit jantung dan stroke di sejumlah negara.

-          Tahan dengan dinginnya udara malam dan gua. Sayap yang terlihat tipis, bisa menghangatkan badan kelelawar layaknya selimut.

-          Dapat mengkonsumsi lebih dari 1000 ekor nyamuk dalam waktu satu jam!

-          Kelelawar meguasai seperempat jumlah mamalia di dunia. Terhitung, terdapat 1000 spesies kelelawar di seluruh dunia.

 

Post a Comment

[ADS] Bottom Ads